
Lelaki kelahiran Bekasi, 5 Mei 1993 yang lebih akrab disapa Thile merupakan anggota Lpm Tidar 21 sejak 2012. Mahasiswa fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi angkatan tahun 2011 tersebut mempunyai kontribusi yang cukup besar selama menjadi bagian dari LPM Tidar 21. Ia sempat menjabat sebagai bidang SDM (Sumber Daya Manusia) 2014-2015. Ia tertarik dalam dunia perfilman yang menurutnya LPM TIDAR 21 mampu mengembangkan ketertarikannya tersebut. Tak disangka bahwa realita melebihi ekspektasinya, dimana dari situ baru ia sadari dunia perfilman erat kaitannya dengan tulis-menulis. Kemudian ia belajar membuat sinopsis yang pada waktu itu karya pertamanya tentang anak kecil yang bisa tekenal dengan kemampuan bermain basket. Kemudian setelah beberapa bulan berproses di LPM Thile sempat tertarik dalam dunia editing, namun hanya sebatas ketertarikan singkat.
Dedikasinya untuk LPM, Thile buktikan dengan ajang kompetisi Buronan Film. Ia membuat sebuah Trailer film yang berhasil masuk sebagai nominasi terbaik dengan judul Concealed (sembunyi). Alasan ia mengambil judul itu karena ketertarikan yang kuat akan cerita tentang pelajar yang menurutnya memiliki aktivitas monoton. suatu saat ada peristiwa pembunuhan oleh mafia yang disaksikan pelajar tersebut, hingga mampu mengubah kehidupannya.
Suatu ketika LPM Tidar 21 kekurangan SDM yang membuat Thile geram akan hal tersebut. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menulis, meskipun ia tidak suka menulis dan sama sekali tidak tertarik. Keinginannya tersebut juga dipicu oleh motivasi dari Eko Prasetyo, penulis buku tentang Orang Miskin dilarang Sakit, Orang Miskin dilarang Sekolah, Bangkitnya Gerakan Mahasiswa, dan masih banyak lagi karyanya. Ciri khas penulisan Eko Prasetyo yang seolah kerap mempengaruhi pembacanya dan menebarkan semangat atas keresahan banyakorang. Hingga kemudian menyebabkan Thile ketagihan untuk terus menuangkan gagasan-gagasannya dalam goresan tulisan.
Sekretariat LPM bagi Thile suda seperti rumah kedua dan semua angota LPM baginya adalah keluarga. Banyak hal yang ia peroleh. Dari yang sebelumnya takut berargumen, tak tahu menahu tentang jurnalistik, kini semuanya mampu diubahnya menjadi keberanian dan intelektualitas.
Pesan- pesan untuk generasi LPM Tidar 21:
- Terus maju
- Lebih baik dalam penulisan berita
- Intens dalam menerbitkan buletin
- Selalu menjaga independensi
Author: Rohmiatin
Tinggalkan komentar