Universitas Muhammadiyah Magelang

Parkir Tak Mencukupi

By

·

1–2 menit

WhatsApp Image 2017-05-24 at 12.52.50 PM

UMMgl – Tempat parkir adalah salah satu tempat yang penting bagi setiap Universitas Negeri maupun swasta terutama bagi mahasiswa, dosen, maupun karyawan yang membawa kendaraan. Seperti yang kita ketahui, bahwa fungsi tempat parkir adalah untuk memarkir atau menaruh kendaraan saat sedang berada di kampus. Kenapa dianggap penting, karna sebagian besar mahasiswa menggunakan kendaraan pribadi sebagai sarana menuju kampus masing-masing.

Namun dewasa ini, penyalahgunaan tempat parkir banyak sekali terjadi. Misalkan saja pada saat jam kosong, banyak siswa yang datang ke tempat parkir untuk sekedar mengobrol dengan mahasiswa lain yang kebetulan sedang terjebak di jam kosong. Terlebih lagi jika banyak pengguna kendaraan menggunakan kendaraan roda 4 yang tidak diberikan tempat khusus, hanya akan memakan banyak lahan parkir.

Universitas muhammadiyah magelang (UMMgl) memiliki luas tempat parkir yang dirasa kurang memadai, sehingga seluruh kendaraan para mahasiswa hingga dosen maupun karyawan universitas kekurangan tempat untuk kendaraan mereka. Rencana pembangunan tempat parkir yang selama ini menjadi hal yang diidam-idamkan, nyatanya masih belum bisa direalisasikan.

Ditambah data-data yang agak berbanding terbalik dengan realisasi pembangunan di Universitas. Penambahan mahasiswa baru pada periode tahun 2016/2017 yang lebih dari 1500 mahasiswa tidak membuat perkembangan menjadi pesat.

Sugeng berpendapat, bahwa minimnya lahan parkir di UMMgl juga menjadi salah satu faktor ketidaknyamanan pengunjung atau penghuni tetap, untuk membawa kendaraan pribadi.

“saya tidak terlalu muluk-muluk pihak universitas menyediakan tempat parkir yang mewah, yang penting kalau ada perluasan sedikit selain lebih tertata juga menambah kenyamanan”, tambah petugas parkir ini.

Adanya ketidaknyamanan ini, menyebabkan para mahasiswa memilih memarkir kendaraan mereka di depan kantin kampus 2, yang notabenya bukan sebagai tempat kendaraan. Selain ketidaknyamanan, beberapa mahasiswa juga merasa dirugikan dengan cara penataan para petugas di tempat parkir yang dirasa masih belum tertata rapi. “Saya pribadi lebih memilih memakai motor butut atau parkir di depan kantin ketimbang harus berdesak-desakan dengan motor lain. Kan sayang motor saya jadi lecet.”

Dia menambahkan, bahwa itu tidak sepenuhnya menjadi kesalahan dari petugas parkir, karna pada kenyataannya lahan yang tersedia juga masih sangat terbatas, meski ada sedikit penambahan namun itu masih belum cukup.

 

Tinggalkan komentar