Universitas Muhammadiyah Magelang

Kemunduran Acara Pertelevisian Indonesia

CategorIes:

,

By

·

2–3 menit
from : google

Acara pertelivisian di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dari zaman penjajahan dulu, acara hiburan ataupun informasi selalu disiarkan melalui radio.

Lambat laun akhirnya terus berkembang hingga pada  era orde baru, yang saat itu hanya mempunyai satu stasiun televisi saja sekarang telah bertambah menjadi puluhan stasiun tv. Masing-masing stasiun tv memiliki acara unggulannya sendiri yang mampu menarik penonton setianya. Tapi dewasa ini apakah acara televisi zaman sekarang mampu memberikan kontribusi pendidikan bagi generasi sekarang ?

Televisi yang notabenya sebagai media yang paling banyak diakses oleh semua kalangan malah semakin menyiarkan acara yang tidak mendidik. Kita lihat acara dari pagi hingga malam,acara inti dari stasiun tv hanya ada 3 yaitu : berita,infotaiment dan sinetron. Acara lainnya hanya sebagai pelengkap semata. Di televisi kita diajarkan untuk selalu mau tahu urusan orang lain melalui infotaiment (gosip artis). Sudah hal yang biasa tv menayangkan acara kegiatan sehari-hari para selebritis,bahkan acara pernikahan dan melahirkan pun disiarkan secara live. Keuntungan apa yang kita dapat jika menonton acara tersebut? Hanya membuang-buang waktu saja menayangkan acara tersebut.  Selain itu juga acara musik seharusnya menyajikan acara musik yang berkelas malah menampilkan kekonyolan para host,guyonan,dan sindirian pembawa acaranya. Apakah yang kita dapat dari acara musik tersebut yang segmentasinya tidak jelas? lalu informasi apa yang kamu dapatkan dari tayangan ini?

Acara sinetronnya yang ditangkan di tv pun tidak mendidik sama sekali dan selalu bermunculan. Kebanyakan mengangkat tema tentang percintaan remaja,hal ini sangat disayangkan sekali karena secara tidak langsung akan memberikan contoh bagi remaja zaman sekarang untuk berpacaran. Jumlah episodenya yang banyak terkesan bertele-tele dan alur ceritanya yang dianggap buruk menambah betapa tidak pantasnya sinetron tersebut ditayangkan. Akan sangat membuang waktu sekali jika ada anak yang menonton acara tersebut,lebih baik membaca buku daripada menonton sinetron yang tidak mendidik. Terlebih bagi generasi milenial sekarang, dengan berkembangnya teknologi membuat orang sungkan untuk menonton acara televisi. Mereka lebih memilih youtube karena mereka bisa mencari acara yang disukai dan bagi anak-anak banyak sekali pilihan konten yang lebih mendidik untuk ditonton daripada menonton acara sinetron yang ada di tv.

 

Tidak cuma acara hiburan saja yang memprihainkan,tetapi acara berita pun keadaanya mengenaskan. Acara berita yang tayang sudah terkontaminasi oleh kepentingan politik. Tidak ada yang namanya pemberitaan secara netral,antara pemberitaan satu dengan lainnya saling serang melempar pemberitaan yang menjatuhkan. Bukan lagi kepentingan penonton yang diutamakan,melainkan kepentingan politik pemilik stasiun tv. Pemberitaan yang tidak netral semakin nyata terbukti. Sementara netralitas dalam jurnalisme masih diperdepatkan kebenarannya,fakta yang disiarkan mutlak harus ada pada jurnalisme belum tentu disanggupi oleh para produser acara berita tv.

Bagaimana bangsa kita mau maju jika setiap hari kita melihat acara tersebut terus-menerus. Jika hal ini dibiarkan maka lambat laun akan menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak zaman sekarang. Pendidikan yang harusnya bisa di dapat di luar lingkungan sekolah melalui tv sekarang tidak bisa di dapatkan. Mereka lebih memilih menayangkan acara sampah yang mendapakan rating tinggi dan keuntungan semata. Memang ini bukan sepenuhnya salah stasiun tv. Mereka menayangkan acara menurut kegemaran dan rating yang tinggi, maka jika kita menginginkan acara semacam itu diganti dengan acara yang lebih baik,sebagai penonton yang cerdas kita jangan menonton acara sampah seperti itu lagi. Karena jika ratingnya buruk maka otomatis pihak stasiun tv akan menggantinya dengan acara  yang lebih inovatif dan bermutu sehingga layak ditayangkan untuk masyarakat.(Advan)

Tinggalkan komentar