
UNIMMA, lpmtidar21.wordpress.com – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar vaksinasi massal jenis Sinovac dosis kedua untuk mahasiswa UNIMMA dan masyarakat umum yang diselenggarakan di Gedung FIKES Kampus 2 UNIMMA pada 15-18 November. Kegiatan ini guna memenuhi program vaksinasi dosis kedua yang sempat tertunda pada Oktober lalu.
Upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid 19 terus digencarkan diantaranya program vaksinasi guna menunjang terbentuknya herd immunity. Berbagai lembaga di sejumlah daerah turut mengadakan program vaksinasi salah satunya UNIMMA.
UNIMMA tengah menggelar vaksinasi massal dosis kedua bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UNIMMA, Rumah Sakit Aisyiyah Muntilan, Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) Aisyiyah Mungkid, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang. Awalnya program vaksinasi dosis kedua ini akan diselenggarakan pada tanggal 4-9 Oktober lalu.
Kemunduran jadwal program vaksinasi ini sempat menimbulkan kekecewaan di hati para mahasiswa UNIMMA dan masyarakat umum yang telah mengikuti program vaksinasi dosis pertama di UNIMMA. Namun, setelah sekian lama, penantian mereka kini terbayarkan.
Nina Danastri, selaku dokter klinik UNIMMA sekaligus koordinator seluruh proses vaksinasi menjelaskan penyebab diundurnya kegiatan vaksinasi dosis kedua tersebut. “Waktu itu distribusi vaksin dari pusat belum ada dan baru datang sekarang. Itu terjadi hampir di semua sentra vaksin, tidak hanya di UNIMMA. Jadi program vaksinasi di puskesmas dan rumah sakit juga diundur,” tuturnya, Senin (15/11/2021).
Ia menambahkan bahwa terdapat 1.400 peserta yang telah mendaftar program vaksinasi kedua ini, namun dikarenakan terdapat kemunduran jadwal dan beberapa peserta telah pindah ke tempat vaksin lain, kemungkinan jumlah peserta tidak mencapai 1.400 orang. Namun tetap menyediakan
5.000 dosis vaksin sesuai dosis tahap pertama.
Nina Danastri berharap dengan diadakannya program vaksinasi ini dapat meningkatkan cakupan vaksinasi di UNIMMA maupun masyarakat sekitar. “Secara khusus di UNIMMA karena akan menjalankan kuliah tatap muka diharapkan civitas akademika sudah divaksin, jadi cakupan vaksinnya bisa tinggi sehingga kita dapat rekomendasi untuk diizinkan kuliah tatap muka sesuai persyaratan Satgas Covid Kabupaten dan LLDIKTI. Kemudian secara umum untuk membantu masyarakat karena kita berada di tengah-tengah masyarakat Sumberejo, Mertoyudan. Diharapkan cakupan vaksinasinya meningkat,” harapnya.
Di samping itu, kemunduran jadwal vaksinasi ini bertabrakan dengan Assessment Tengah Semester (ATS) di UNIMMA. Terdapat beberapa mahasiswa yang mengemukakan pendapatnya akan hal tersebut. “Menurut saya kurang nyaman dengan jadwal vaksin dan ATS yang bertabrakan, jadi terganggu fokus untuk ATSnya. Tapi mau gimana lagi, demi kesehatan bersama dan menjalani aturan pemerintah apalagi virus covid ini belum selesai, jadi alangkah baiknya kita mengikuti program vaksinasi dalam waktu kapanpun itu,” ujar Pikri, mahasiswa Fakultas Teknik.
“Kurang efektif karena dari vaksin yang seharusnya bulan Oktober bisa sampai November tanpa kejelasan penyebab kemunduran sampai banyak peserta yang pindah tempat vaksin. Lalu kenapa bisa jadwal vaksin di kampus sendiri bertabrakan dengan jadwal ATS, hal itu membuat mahasiswa bingung antara memilih vaksin atau ATS, kalau tidak ikut vaksin sayang, sudah menunggu lama,” ujar Iin, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
“Menurut saya tidak apa-apa, tapi memang pengunduran terlalu lama. Namun, dikhawatirkan juga kalau ikut vaksin waktu ATS ada efek samping yang bisa menghambat jalannya ATS,” pungkas Laily, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Tinggalkan komentar