Universitas Muhammadiyah Magelang

KAMPUS TAK DUKUNG SEPENUHNYA, MAHASISWA UNIMMA RAIH MEDALI PERUNGGU PADA POMPROV JATENG 2022

By

·

3–4 menit
Sumber : UKM Olahraga Universitas Muhammadiyah Magelang

UNIMMA – Sebanyak 46 atlet Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) ikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) Jawa Tengah Tahun 2022 belakangan ini.(11/9)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga Unimma ini mengirimkan atlet untuk mewakili 7 cabang olaharaga yaitu taekwondo, basket, voli, bulu tangkis, pencak silat dan futsal.

Persiapan yang dilakukan kurang lebih 4 bulan tersebut berhasil sabet medali perunggu pada 2 cabang olahraga. Prabu Fauzan (Ilmu Hukum) dan Noval Dewa Raeswara (Ilmu Hukum) raih juara 3 cabang olaharaga takwondo dan Afifah Dwi Pramesti (Psikologi) cabang olahraga tarung derajat.

Di temui secara langsung, Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Olahraga (UKM Olahraga), Mar’iMuhammad Rizal mengungkapkan ajang perlombaan ini menjadi pencapaian para atlet untuk diikuti.

“Kalau goals sih iya, buat temen-temen baik yang beasiswa ataupun tidak, apaya istilahnya nge push rankingUnimma sendiri, prestasi dan sebagainya,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan perlombaan ini melibatkan seluruh mahasiswa dengan membuka kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki talenta dalam bidang olahraga.

“Di UKM Olahraga ada anggota aktif dan anggota pasif. Anggota aktif itu seperti saya yang struktural di UKM Olahraga, mengurusberkas dan lain-lain untuk naik di POMPROV, kemudian yang pasif itu atlet ataupun temen-temen mahasiswa yang ikut latihan maupun ditunjuk untuk menwakili kejuaraan,” jelasnya.

Namun, pihaknya menyayangkan karena persiapan kampus yang masih belum maksimal menyambut ajang bergengsi ini.Ia juga menyampaikan bahwa proposal diajukan sejak bulan Juli.

“Dari kampus kita dibantu secara materi. Kita mengajukan proposal danmasih kekurangan. Soalnya kita diawal emang untuk mengajukan proposal kita menganggarkan sekian, tetapi sebenarnya kita butuh 2 kali lipat dari anggaran yang kita ajukan. Nah, kampus hanya memberi bantuan setengah dari anggaran yang kita ajukan,” ungkapnya.

“Proposal kita ajukan bulan Juli,” tambahnya.

Ketua UKM Olahraga menuturkan bahwa tak ada kendala yang dialami para atlet. Hanya saja, ia menilai kampus masih belum memperhatikan kesejahteraan atlet lantaran fasilitas yang diberikan masih belum memadai.

“Kita sudah jauh-jauh sampai Purwokerto, Semarang dan lain sebagainya dengan keadaan universitas lain mengenakan jerseymereka kemudian meggunakan bus dan penginapan yang layak serta didampingi oleh dosen atau pimpinan kampus mereka masing-masingsedangkan kita berangkat seadanya. Tidak ada pendampingan dari kampus sama sekali,”tuturnya.

Sementara itu, Dimas Sasongko selaku Kepala Divisi Pengembangan Prestasi Mahasiswa meluruskan terkait isu yang menyebar di lingkungan kampus yangmana kampus  dinilai masih kurang mendukung atlet POMPROV.

Ia mengatakan bahwa jumlah atlet yang diberangkatkan tidak sesuai dengan kesepakatan ketua umum yang lama sehingga berdampak pada alokasi anggaran yang diberikan.

“Ini dari Ketua Olahraga yang lama yang mengirimkan proposal dan sebagainya, kontingannya terlalu gemuk. Kita coba diskusikan, oke setuju nih dapet angkanya. Tapi, setelah kami mendapat informasi dari BAPOMI untuk verifikasi data atlet ternyata yang dikirimkan lebih dari yang sudah disepakati,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pomprov tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Ia mengaku adanya perubahan mekanisme tersebut menjadikan kesulitan bagi kampus untuk mengkoordinasi.

“POMPROV tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, setelah pandemic tidak ada POMPROV, waktu itu belum ada informasi jelas pomprov akan seperti apa. Kalau mengacu pada kegiatan-kegiatan sebelumnya, POMPROV itu selalu dilakukan disatu kota walaupun di vanue yang berbeda-beda, nah kalau seperti itu dari sisi kami yang mengkoordinir tentu akan sangat mudah dengan jumlah atlet yang besar kita membawa kendaraan disatu tujuan  yang sama secara sisi manajemen keuangan dan manajemen segalanya itu lebih mudah,” tuturnya.

Ia menyampaikan kampus akan lebih mempersiapkan pada POMPROV yang akan datang. Ia juga menegaskan kampus akan lebih selektif dalam menyeleksi atlet dengan melihat track record prestasi yang sudah diraih.

“Di dua tahun yang akan dating mungkin kami akan siap dengan catatan 2 tahun yang akan dating kami akan lebih selektif dalam memberangkatkan, sudah tidak seperti ini lagi. Pokoknya selama 2 tahun, cabor yang tidak pernah ikut event, tidak pernah ada catatan juara, kami tdak akan memberangkatkan,” tegasnya.

Tinggalkan komentar