
Magelang – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) selenggarakan Pemilihan Raya (Pemira) Gubernur dan Wakil Gubernur. Acara berlangsung secara luring di ruang B18 Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Magelang dan diikuti oleh mahasiswa FKIP. (21/08)
Ketua panitia, Fahri Syaiful Anam menjelaskan diselenggarakannya pemira secara luring guna mengembalikan demokrasi di lingkungan kampus.
“Kita ingin membangun kembali demokrasi di lingkungan kampus khususnya di FKIP, bagaimana rasanya pemilihan secara langsung, dapat menyaksikan orasi, dan merasakan kampanye,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan tahun ini kali pertama diadakan pemira secara langsung di FKIP setelah vakum beberapa tahun.
“Bisa dibilang ini pertama ya setelah beberapa tahun vakum pemira tidak diselenggarakan offline, jadi masih kebingungan bagaimana cara pemilihan secara langsung, dan kendala dalam mengumpulkan mahasiswanya,” jelasnya.
M Eiqbal Hamaidy, Gubernur BEM FKIP periode 2022/2023 mengatakan pelaksanaan pemira tahun ini sebagai wujud demokrasi di kampus.
“Acara ini menjadi gebrakan yang menggambarkan bahwa UNIMMA kampus yang demokrasi, kampus mencontohkan dengan mengadakan pemira secara langsung agar lebih transparan,” ungkapnya.
Ia berharap kedepannya demokrasi di UNIMMA khususnya di FKIP bisa digerakkan kembali.
“Demokrasi bisa dihidupkan lagi, terutama di lingkup ormawa. Tak hanya dalam pemira, namun dalam menyikapi aspirasi dan membeikan feedback terhadap mahasiswa,” harapnya.
Salah satu pemilih mengatakan pelaksanaan pemira lebih baik dilaksanakan pada hari efektif Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Ia juga berharap gubernur terpilih dapat mengayomi mahasiswa FKIP.
“Kalau menurut saya pemira secara offline itu dilakukan ketika di luar hari libur. Karena kalau dilakukan di masa liburan banyak yang tidak bisa hadir. Harapannya bagi gubernur dan wakil gubernur yang terpilih bisa lebih mengayomi mahasiswa.” Ucap Eva.
Reporter : Viki dan Aulia
Fotografi : Adib
Tinggalkan komentar