
LPM Tidar 21 – Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) hari ke 3 berujung kacau. Kejadian bermula saat mahasiswa baru perlahan membubarkan diri menuju stand Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk meminta cap sementara UKM Tapak Suci tengah melakukan penampilan di depan panggung. (6/9)
Hal tersebut menimbulkan kekecewaan bagi teman-teman Tapak Suci sehingga memilih tidak melanjutkan penampilan. Ketua Umum UKM Tapak Suci Dede Ahmad Rifa’i memberikan klarifikasi atas tindakan yang diambil.
“Kejadian tadi sangat memukul kami, kami berkorban waktu dan tenaga untuk menampilkan yang terbaik namun berujung seperti itu. Tadi terlihat hampir seluruh mahasiswa baru (maba) tidak memperhatikan, tinggal 3 sampai 4 baris di depan saja yang melihat. Mungkin mereka tidak tau kalau pada berdiri, kalau mereka tau bisa jadi mereka juga ikut berdiri. Akhirnya tujuan kita untuk tampil sudah tidak tercapai dan kita putuskan untuk tarik diri saja karena teman-teman terlanjur kecewa, emosi, dan tidak fokus lagi,” jelasnya.
Dede mengungkapkan sempat ada itikad baik dari pihak panitia untuk minta maaf, namun penyampaiannya kurang tepat.
“Tadi sempat ada, tapi sayangnya mereka datangnya tidak pas, mereka datang untuk meminta maaf tapi posisi kami sedang belum tenang, kami masih emosi besar, itu menurut kami sangat salah karena kita belum bisa berfikir jernih, kita masih kecewa tapi sudah diajak ngomong terus akhirnya kita memutuskan untuk pergi menenangkan diri dulu,” tambahnya.
Atas kekecewaan yang dirasakan teman-teman Tapak Suci, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) mengambil sikap solidaritas untuk tidak melanjutkan penampilan. Akhirnya, mahasiswa baru dibubarkan oleh Koordinator Lapangan.
Tim LPM Tidar 21 mencoba meminta konfirmasi dari Koordinator Lapangan, namun dari pihaknya belum bisa memberikan penjelasan.
Presiden Mahasiswa Dimas Chandra Wijaya menegaskan panitia PKKMB tahun 2023 dipegang oleh Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik). “Perlu diketahui yang menjadi panitia PKKMB ini adalah dosen semua, dan ada beberapa dari mahasiswa yang menjadi volunteer, namun intruksi tetap dari dosen bukan inisiatif volunteer,” tegasnya.
Dimas menjelaskan kinerja panitia belum maksimal dalam pelaksanaan kegiatan. “Dalam kepanitiaan PKKMB seharusnya keputusan dari pihak panitia, namun saya lihat panitia ini tidak tegas dan banyak diamnya dalam pemecahan masalah, serta tidak ada pendekatan secara personal,” jelasnya.
Ia juga menambahkan pihaknya kesulitan dalam melakukan koordinasi dengan pihak panitia. “Ketika saya tanya masalah perlengkapan ya harus tanya ke sie perlengkapan, tidak bisa ditanyakan pada ketua panitia. Seharusnya ketua panitia bisa mengerti kesiapan acaranya secara keseluruhan,” tambah Dimas.
Ditemui secara terpisah, salah satu pendamping kafilah menjelaskan koordinasi antara pihak panitia dengan pendamping. “Kita di whatsapp group sudah bertanya ini bagaimana capnya? Apakah bisa dilanjut atau tidak? Tapi dari atas tidak ada jawaban dan mungkin ketua kafilah ada chat dari maba dan di iya-kan jadi kita bingung mau bagaimana sedangkan kita tidak bisa memutuskan karena disini cuma dimintain tolong,” jelas V.
Ia menambahkan aturan yang diberlakukan sebagai pendamping kafilah. “Dari panitia melarang pendamping untuk terlalu tegas terhadap mahasiswa baru, sedangkan ketika tidak ditegasi mahasiswa baru jadi tidak terkondisi,” tambahnya.
A sebagai peserta PKKMB 2023 memberikan tanggapannya atas kejadian tersebut. “Sebenernya sedih ya, kecewa gitu. Harusnya bisa lihat penampilan dari UKM yang ada di UNIMMA ini malah hanya jadi lihat beberapa saja. Itu aja aku tidak lihat sepenuhnya soalnya aku di belakang banget gitu,” ungkapnya.
Atas kekacauan yang terjadi, Ormawa mengadakan konsolidasi bersama pihak panitia. Dalam konsolidasi, Irham Nugroho selaku Ketua Panitia PKKMB 2023 mengakui adanya miss komunikasi di lapangan.
“Saya selaku ketua merasa prihatin karena kami sudah sampaikan kepada tim ada miss komunikasi yang terjadi di lapangan, intinya menyebabkan mahasiswa baru itu terobsesi untuk datang ke stand-stand meminta tanda tangan. Karena sudah kami komunikasikan presensi mahasiswa itu datang ke stand dan minta tanda tangan,” ungkapnya.

Ujung dari permasalahan ini, pihak panitia meminta maaf kepada Ormawa dan mohon diberikan waktu untuk berdiskusi dengan pimpinan selama dua hari. “Kurang lebih dua hari kita diskusikan dan laporkan kepada pimpinan,” ujar Ari Suryawan selaku Koordinator Sie Acara.
Reporter : Muthiarahmi dan Azza
Penulis : Aulia
Fotografer : Wahyu dan Adib
Tinggalkan komentar