Universitas Muhammadiyah Magelang

BEM UNIMMA BERKOLABORASI BERSAMA BEM FH UNIMMA SELENGGARAKAN DISKUSI PUBLIK

By

·

1–2 menit
Dokumentasi BEM Unimma

UNIMMA – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (BEM Unimma) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum ( BEM FH) berkolaborasi mengadakan kegiatan diskusi publik yang bertajuk Ruang Dialektika X DIPSU Negeri Darurat Keadilan: Pembangunan Strategis Nasional di Kitaran Konflik Agraria dan HAM. Kegiatan ini berlangsung di lapangan basket kampus 2 Unimma. (29/9)

Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber seperti Yogi Zul Fadhli (Suara kala), Basri, S.H., , M.Hum (Dosen FH Unimma) dan Hermowo Pribadi D (Aktivis Mahasiswa Magelang) dan juga terdapat lapak baca dari komunitas Literasi Sosial.

Adam Kusuma Aji, Menteri Sosisal dan Politik (Mensospol) mengungkapkan diskusi publik tersebut diselenggarakan karena melihat keresehan masyarakat mengenai isu tersebut yang tak kunjung usai. Ia ingin adanya kegiatan ini dapat menjadikan mahasiswa untuk lebih responsif mengenai konflik nasional yang terjadi.

“Kenapa di ruang dialektika yang ke-empat ini kita membawa isu PSN, konflik Agraria dan HAM karena kita resah dengan kondisi di sekitar dan kita pengen menularkan keresahan-keresahan kita ini kepada temen-temen mahasiswa di UNIMMA dan di Magelang,” ujarnya.

 Adam menyampaikan diskusi publik merupakan program kerja rutin mensospol BEM Unimma. Ia mengatakan ini kali pertama program dijalankan dengan bekerja sama dengan BEM FH.

“ Ya sebenarnya program Ruang Dialektika ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan,dan untuk yang keempat kali ini kami berkolaborasi dengan temen temen FH yang ternyata juga baru mau melaunching program yang serupa yaitu DIPSU,” jelasnya.

Ia menjelaskan kegiatan ini tidak hanya dibuka untuk mahasiswa Unimma tetapi turut mengundang masyarakat Magelang.

“Untuk siapa aja yang terlibat dalam kegiatan ini kami mengundang seluruh elemen mahasisawa Unimma, Ormawa, mahasiswa Magelang dan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur BEM FH Alaika Nurilhikam Irsyadillah menjelaskan kegiatan Diskusi Perkara Isu (DIPSU) sebagai upaya untuk menumbuhkan sikap kritis mahasiswa khususnya mahasiswa fakultas hukum.

“ Untuk DIPSU sendiri merupakan singkatan dari diskusi perkara isu yang emang kami inisiasi dan bertujuan agar mahasiswa hukum itu lebih kritis terhadap isu yang terjadi,” ungkapnya.

Hikam juga mengungkapkan BEM FH kedepannya akan melakukan pengawalan terhadap konflik nasional yang terjadi.

“ Kami akan terus mengawal dan kalau ada isu terkait kami akan mempost apa aja kebijakan pemerintah setelah ini,” sebutnya.

Reporter : Yudha

Penulis : Yudha

Editor : Azza

Tinggalkan komentar