
LPM Tidar 21– Akun instagram resmi Universitas Muhammadiyah Magelang (unimma.id) dikonfirmasi masih di tangan peretas semenjak Rabu malam 13 Desember 2023 hingga sekarang.
Dwi Susanti selaku Kepala Kantor Kesekretariatan Unimma mengatakan bahwa, retas meretas sudah menjadi bagian atau konsekuensi dari penggunaan teknologi. Selain itu, ada banyak motif seseorang melakukan peretasan akun, ada yang hanya sekadar iseng atau memiliki tujuan tertentu. Dan untuk permasalahan ini, belum diketahui motifnya.
“Karena kalau hanya sekadar iseng, belum ada postingan apapun yang mengarah ke sesuatu hal yang lain, jadi masih kosong aja. Dan kalau ada tujuan tertentu, yang menghubungi untuk minta tebusan atau segala macem itu tidak ada. Sebetulnya sudah ada sih, tapi ketika kita tanya lebih lanjut, tidak direspon,” kata Dwi Susanti.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Agus Setiawan Dosen Teknik Informatika sekaligus bagian dari Biro Sistem Informasi (BSI).
“Retas meretas memang tantangan di zaman sekarang. Sebenarnya dari kita yang perlu waspada, karena dari apapun teknologinya pasti sudah ada cara penanganannya. Mungkin luput dari itu, dan sebenarnya juga karena ketidakawarean,” ungkapnya
Meskipun sudah banyak upaya yang dilakukan tim humas dan bagian dari BSI untuk mengembalikan akun instagram tersebut, tetapi sampai hari ini mereka masih belum bisa mendapatkannya kembali.
“Kami sudah melapor ke Instagram, tapi memang belum dibalas aja. Pandangan saya dari pihak Instagram pasti banyak laporan juga. Karena akun juga belum centang biru maka menurut saya, kami bikin yang baru saja dan langsung ke centang biru yang berbayar,” tuturnya.
Tim Humas tidak pernah menaruh kecurigaan kepada siapapun yang meretas akun tersebut. Karena, selain belum diketahui apa motifnya, semua orang punya kesempatan yang sama untuk meretas atau sebagainya selama dia punya kemampuan untuk itu. Imbas dari permasalahan ini bagi kampus adalah tim humas jadi kehilangan kontrol untuk menginformasikan atau mempublikasikan yang biasanya harus di update dan komunikasi dengan followers atau stake holder sedikit terhambat.
Untuk mengantisipasi hal ini terjadi lagi Agus mengatakan kedepannya akun akan menggunakan fitur 2FA (Factor Authentication) yang bisa menghubungkan email dan nomor HP sehingga saat akunnya mau dipakai orang lain dia butuh izin ke email atau nomor HP yang sudah dihubungkan. Diusahakan sampai tidak terjadi lagi, dan kejadian kemarin bisa dijadikan pelajaran.
“Keamanan sistem yang di bawah penanganan kami, insyaAllah kami usahakan yang terbaik. Kami tidak bisa memberikan 100% aman, tetapi kami tetap mengupayakan dengan update sistem, update security untuk mengurangi celah yang ada,” tambahnya.
Reporter :
1. Eni Banowati Adilinuwih
2. Asma Aana Fitriyya
3. Husnul Kayla Yusuf Rizkiyya
Penulis :
1.Halma Fendriana
Editor:
1. Ahmad Khaniful Huda
Tinggalkan komentar