
LPM TIDAR 21 – Parkiran kampus Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) adalah salah satu dari sekian banyak fasilitas kampus, yang sangat penting digunakan mahasiswa, civitas, akademika, dan karyawan yang menggunakan kendaraan pribadinya untuk datang ke kampus UNIMMA 1 dan 2.
Namun akhir-akhir ini persoalan sempitnya lahan parkir, menjadi masalah yang sering dihadapi oleh mahasiswa.
Lahan parkir sempit menyebabkan beberapa mahasiswa memarkirkan kendaraannya di luar area parkir kampus, ada yang di bawah foodcourt dan ada juga yang di pinggiran kampus sebelum pintu gerbang.
“Saya sudah pernah parkir di bawah foodcourt, lalu di pinggiran kampus juga sudah pernah yang sebelum gerbang,” ungkap Nisa, salah satu mahasiswa pada saat diwawancarai (18/12).
Namun beberapa mahasiswa mengeluhkan keadaan parkiran yang berada di kampus 1. Tidak hanya karena lahannya yang kurang luas, suasana terik pada siang hari yang menyebabkan kerusakan pada kendaraan.
“Harusnya parkiran itu teduh, soalnya bikin kaca speedometerretak kalau kepanasan terus menerus,” ungkap Akbar, salah satu mahasiswa yang mengeluhkan kondisi motornya.
Petugas parkir kampus 1 juga menyayangkan minimnya lahan parkiran yang seharusnya dapat menampung seluruh kendaraan mahasiswa. Ia beranggapan bahwa idealnya parkiran kampus memiliki kapasitas yang dapat menampung seluruh mahasiswa.
“Seharusnya parkiran kampus 1 bisa untuk menampung seluruh kendaraan mahasiswa, misalnya kalau ada seribu mahasiswa ya parkiran juga kapasitasnya seribu kendaraan. Sedangkan kapasitas parkiran yang ada di sini itu kan tidak mencukupi,” jelas Sugeng sebagai petugas parkir kampus 1.
Lahan parkir yang terbatas menimbulkan kesulitan bagi sebagian besar mahasiswa yang akan mengeluarkan kendaraan pribadinya, terutama sepeda motor. Karena kendaraan tersebut parkir dengan jarak yang sangat dekat, hal ini juga disampaikan oleh Sugeng yang setiap harinya mendapat keluhan dari para mahasiswa. Ia juga beranggapan semakin kesini model motor terus mengalami perubahan yang menyebabkan semakin sempitnya lahan parkir yang ada.
“Terkadang ada yang kesusahan untuk mengeluarkan kendaraannya. Sebagian besar itu Perempuan, karena semakin majunya zaman model kendaraan makin besar,”
Sementara itu, Alfi Ichsanuddin selaku warga kampus 2 yang sering berkunjung ke kampus 1 memberikan tanggapan tentang parkiran di kampus 1. Ia mengatakan bahwa kurangnya lahan parkir menyebabkan mahasiswa parkir di luar wilayah kampus, seperti di depan SMK Muhammadiyah Magelang, terlebih ketika ada acara di gedung auditorium, banyak mahasiswa yang parkir di wilayah SMK, yang dimana kondisi tersebut membuat akses masuk dan keluar siswa sedikit terhambat.
“Idealnya parkiran di kampus 1 UNIMMA itu diperluas dan dipisah antara parkiran untuk tamu, dosen, dan mahasiswa, agar ketika ada acara di kampus 1 tidak menyebabkan kepadatan kendaraan di area parkir, selanjutnya antara kendaraan motor dan mobil, diberi lahan parkir masing masing supaya semua kendaraan dapat teratur dengan baik dan kondusif,” ungkap Alfi, salah satu mahasiswa UNIMMA
Ditemui secara langsung, Iwan Kepala Bagian Rumah Tangga menyampaikan bahwa pihak kampus sudah membicarakan tentang keluhan ini dengan Rektor UNIMMA dan mencari solusi terbaik.
“Kemarin itu sudah ada wacana dengan Bu Rektor untuk menghubungi pihak Akmil, rencananya lapangan tenis belakang akan disewa sebagai pengalihan lahan parkiran. Tapi hingga saat ini belum ada belum ada kabar lagi dari pimpinan ke pihak Biro ART tentang kelanjutan rencana itu,” ucapnya (29/11)
Ia mengungkapkan bahwa pihak kampus sudah berusaha memkasimalkan lorong-lorong kampus 1 hingga belakang Auditorium sebagai tempat parkir.
“Sementara dalam waktu dekat ini memang belum ada rencana untuk penambahan lahan parkir, tapi sebisa mungkin kita memanfaatkan lorong-lorong kampus yang ada untuk tempat parkir. Belakang Auditorium sampai FKIP yang perpustakaan kita maksimalkan juga sebagai tempat parkir,” sambungnya.
Iwan juga menjelaskan terkait keluhan tidak adanya penutup di parkiran kampus 1 juga sudah menjadi pembahasan yang telah direncanakan oleh Biro ART, namun hingga kini belum dapat terlaksana dikarenakan ada proyek yang harus diaksanakan terlebih dahulu.
“Terkait pembangunan kanopi, perlu adanya diskusi dengan pimpinan dan LPMa. Tapi kalau untuk rencana dari Biro sendiri sudah ada, tapi rencana itu kan ada prioritasnya. Dan untuk saat ini mengerjakan program yang lebih prioritas terlebih dahulu,” jelasnya.
Reporter : Sophia, Dzaky
Penulis : Surya, Balqis
Foto : Ages
Tinggalkan komentar