Universitas Muhammadiyah Magelang

LOLOS PENDANAAN PPK ORMAWA 2024: TIM MENTARI OPTIMALISASIKAN WISATA PANJAT TEBING ALAM TELOMOYO

By

·

2–3 menit

Sumber foto : Ahmad Yukie

LPM Tidar 21- Tim Mapala “Mentari” berhasil lolos pendanaan pada kegiatan PPK ORMAWA 2024 dengan judul “Peningkatan Ketahanan Ekonomi Melalui Smart Tourism Panjat Tebing Alam Temoloyo Nature Park Menuju Desa Wisata Mandiri Untuk Mendukung SDG’s Desa.” Pengabdian ini akan berlangsung hingga bulan Oktober di Desa Pandean, Ngablak, Magelang.

Ahmad Yukie selaku ketua tim mengatakan bahwa pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan pada masyarakat tempat panjat tebing yang berada di daerah Magelang.

“Yang jadi fokusnya pengabdian ini sendiri itu kita lebih mengenalkan bahwasanya di Magelang ini ada tempat untuk panjat tebing dan SDM nya itu ada, hanya memang perlu dibentuk dulu. Apalagi di Magelang sendiri minat panjat tebing lagi naik-naiknya,” jelasnya.

Terkait persiapan untuk pengabdian tersebut, Ahmad Yukie menyampaikan bahwa semua persiapan baru terlaksana 50% karena tim juga perlu menyesuaikan pada agenda Mentari agar tidak bertabrakan.

“Kalau buat persiapan sendiri, totalnya mungkin baru 50% soalnya kita ada agenda-agenda yang mesti menyocokkan sama agenda Mentari juga biar gak nabrak, biar orang-orangnya pada bisa. Dengan SDM yang segini adanya juga kita harus bisa mengkondisikan jadwal. Nah buat sekarang kita lagi mulai nyusun dulu kelompok sasaran yang mau kita kasih edukasi,” Jelasnya.

Ahmad Yukie juga menjelaskan kendala eksternal yang dihadapi selama persiapan tersebut muncul dari pemikiran warga desa yang berpikir bahwa projek tersebut seluruhnya didanai oleh pihak Mentari padahal hal tersebut tidak benar.

“Dari desa itu mereka taunya bahwasanya projek itu di danain full sama kita, cuman padahal gak seperti itu. Maksudnya dana seperti itu gak cuman buat fokus di panjat tebing aja, tapi kan kita juga fokus di pengembangan masyarakatnya. Belum juga nanti dana yang kita dapat dari Dikti kita pakai buat upload jurnal ke Sinta 3 terus pembuatan video sama modul. Jadi kita perlu kasih pengertian sama warga desa tentang dana tersebut,” ujarnya.

Untuk kendala internal yang dihadapi muncul dari pihak kampus yang tidak memberi dana bantuan dan miskomunikasi pada penyediaan transportasi.

“Kalau kendala dari kampus sendiri yang pertama kemarin ada salah satu pejabat kampus yang bilang bahwa mereka gak bisa bantu soal uang, tapi mereka bisa bantu soal transport buat tim Mentari bolak-balik. Taunya ada dua miskom juga, yang dari kemahasiswaan itu bilangnya biasanya yang pinjam mobil itu dari pihak LPMa dan pendamping, kami para mahasiswanya disuruh pakai motor, lah kalau gitu sama aja kan padahal udah dibilang waktu awal,” jelasnya.

“Kendala yang kedua langkah kita cukup terhambat karena dana yang kita pakai pun dana sendiri, yang dari Dikti belum keluar jadi mau gakmau kita pinjam uang Mentari dulu. Kita minta kejelasan terkait dana talangan dari kampus pun masih belum ada keterangan lebih lanjut,” tuturnya.

Ketua tim tersebut berharap adanya pengabdian ini tidak hanya mapala dan para pecinta alam lainnya saja yang dapat menikmatipanjat tebing alam tetapi semua masyarakat Magelang.

“Kebetulan kita kolaborasi juga sama federasi panjat tebing pengurus cabang Magelang, dari hasil kegiatan pengenalan tebing itu ramai antusiasnya kemarin, nah kenapa gak sekalian kita perkenalkan aja bahwa tebing bisa jadi wisata edukasi, gak cuman para pecinta alam aja yang bisa tapi semua warga Magelang itu bisa menikmati panjat tebing alam,” ujarnya.

Reporter : Maura

Penulis : Maura

Editor : Azza

Tinggalkan komentar