Universitas Muhammadiyah Magelang

SIKAPI KERESAHAN ORMAWA DAN UKM, PRESMA BUKA SUARA

By

·

5–7 menit

LPM TIDAR 21 – Berawal dari banyaknya keluh kesah dariOrganisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terhadap kinerja Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (Presma BEM U) pada periode 2023/2024, maka terselenggaralah kegiatan Meet And Greet yang dilakukan pada 26 Agustus 2024 di Lapangan Basket Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Kegiatan ini dihadiri oleh Presma, Wakil Presma (Wapresma), perwakilan Ormawa dan UKM guna mengevaluasi kinerja Presma.

Menurut salah satu perwakilan Ormawa yang menghadiri kegiatan ini, banyak faktor yang melandasi diselenggarakannya kegiatan tersebut. Namun garis besarnya adalah ketidakpuasan para mahasiswa terhadap kinerja Presma saat ini.

“Ketidakpuasan kinerja dalam mengkoordinir dan pendampingan Ormawa segaris intruksi, mencari kejelasan tentang beberapa isu beredar tentang banyaknya fungsionaris BEM KBM yang mengundurkan diri dan tidak ada pemberitahuan kepada khalayak, menanyakan visi yang katanya mau menggembalikan UNIMMA sebagai poros namun terlihat sampai sekarang seperti acuh terhadap beberapa isu sosial, kurangnya koordinasi interaktif kepada Ormawa segaris intruksi,” tururnya (13/09)

Menurut salah satu anggota BEM U yang sudah keluar dan mengikuti Meet and Greet, kegiatan ini mendapatkan respon positif dari Presma yang langsung meminta maaf dan menyebutkan akan membenahi internal serta akan lebih koordinatif lagi. Namun, hingga saat ini hanya permintaan maaf saja yang baru dilakukan oleh Presma dan belum ada tindakan lebih lanjut yang dilakukan. Tentu saja hal ini sangat disayangkan olehnya karena tidak mendapatkan tanggapan sebagaimana yang dijanjikan.

“Tanggapan Presmanya ini minta maaf, terus mau mencoba membenahi internal, akan rilis Surat Keputusan (SK) bagi yang mengundurkan diri, terus juga akan lebih koordinatif. Tapi nyatanya sampai sekarang belum ada perubahan sedikitpun,” ujarnya (13/09).

Rajib sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) UKM Musik menyatakan bahwa pandangan UKM terhadap kinerja BEM U belum dapat dikatakan berhasil karena berkaitan dengan Ormawa, internal khususnya UKM yang seharusnya dekat dengan Mentri Dalam Negeri (Mendagri) tetapi hal tersebut tidak dirasakansebagaimana mestinya. Karena Tugas Pokok dan Fungsi(Tupoksi) dari Mendagri salah satunya ialah menjadi koordinator dan wadah keluh kesah bagi Ormawa internal serta fasilitator antara Ormawa internal dengan kampus.

“Kinerja BEM sendiri belum bisa dikatakan berhasil karena berkaitan dengan ormawa internal khusunya UKM yang harusnya dekat dengan Mendagri tapi sampai sekarang kami belum merasakan adanya kedekatan tersebut. Kedekatan dalam artian Mendagri sebagai fasilitator antara kami dengan kampus, Mendagri sebagai koordinator bagi ormawa internal dan sebagai wadah keluh kesah dari Ormawa internal,”tuturnya (26/09).

Pendapat lain juga disampaikan oleh Rafa dan Aslam sebagai staff Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) UKM Olahraga, menyebutkan bahwa kinerja Presma dalam pandangan UKM sudah lumayan baik pada bagian administratifnya yang sangat detail diperhatikan dan teliti. Namum, masih ada hal yang menjadi bahan evaluasi kepada Presma yaitu kurangnya keterlibatan UKM dalam hal promosi. UKM berharap bisa menjadi alat untuk bahan promosi. Karena selain berdampak pada minat mahasiswa terhadap UKM, juga akan berdampak pada kuantitas minat calon mahasiswa baru terhadap universitas. 

“Kinerjanya sendiri sudah cukup baik dibagian administratif. Kalau minta tanda tangan untuk proposal, tata letak sangat detail diperhatikan dan anggaran-anggaran teliti dihitungin. Nah ini jadi hal bagus, karena kita jadi lebih terstruktur dan tahu mana yang salah mana yang benar” jelas Aslam (24/09).

“Selama satu periode ini, menurut kita sebagai anak UKM udah lumayan bagus dibagian administratifnya kaya yang dibilang Aslam tadi. Tapi, kalau dari kita sendiri belum ada yang wah banget karena keterlibatan UKM dalam promosi belum ada. Kita berharap bisa dilibatin dan menjadi alat untuk promosi. Sehingga kedepannya Universitas bisa nambah banyak mahasiswa dan kita bisa Open Recruitment lebih awal,” tutur Rafa (24/09).

Menanggapi banyaknya keluh kesah yang ditujukan pada dirinya, Febrian Arief P selaku Presma BEM U memberikan pernyataan dan penjelasan pada saat diwawancara pada 28 September 2024. Ia berterimakasih kepada Ormawa dan UKM yang sudah membuatkan forum untuk klarifikasi, tetapi dirinya juga menyayangkan karena caranya kurang tepat dan terkesan menyerang.

“Kalau tujuan mereka  agar saya mengklarifikasi, saya berterimakasih sudah dibuatkan forum. Tapi itulah yang saya sayangkan kok caranya seperti ini. Padahal ketemu saya itu gak susah, ketemu juga gampang. Menurut saya komunikasi terbuka itu gak papa tapi kok caranya seperti itu. Kamu tau suratnya gak?  Isinya tuh kalo kamu berani bla bla bla… Ya Allah ketemu saya tuh sesusah apa sih? Dan konsep banner dan lainnya kesannya kayak menyerang. Tapi intinya di forum itu saya harus menerima, saya harus minta maaf dan bisa saya jadikan sebagai bahan evaluasi,” ujarnya (28/9).

Terkait adanya isu yang beredar tentang banyaknya fungsionaris BEM KBM yang mengundurkan diri dan tidak ada pemberitahuan kepada khalayak, dirinya membenarkan hal tersebut bahwa ada beberapa anggota yang mengundurkan diri karena beberapa alasan internal dan belum bisa mempublikasi siapa saja yang keluar dikarenakan terdapat beberapa masalah yang tidak dapat disebutkan.

“Benar yang menyerahkan surat pengunduran diri itu seingat saya gak nyampe 10, yang langsung ke saya cuman ada 1 atau 2 orang dan itupun saya tanya karena ada permasalahan internal. Dan itu karena sudah mau wisuda, di press orang tuanya untuk mengerjakan skripsi, ada yang gak cocok dengan kepemimpinan saya dan Mas Nafis. Seingetku kalauyang keluar karena permasalahan internal ada 10 orang dan yang double organisasi ada beberapa orang, jadi totalnya sekitar diatas 10 tapi dibawah 15 orang. Dan terkait publikasi, emang ada kendala yang ini hanya saya dan Mas Nafis yang bicarakan. Tapi itu akan kami publikasi segera karena itu adalah hak mereka,” jelasnya (28/9).

Dan terkait belum adanya keterlibatan UKM dalam promosidan menjadi alat promosi Universitas, Presma menjelaskan bahwa minggu ini akan dibuatkan forum untuk Ormawa bersama Biro Marketing UNIMMA untuk membahas bagaimana cara mencari sponsor.

”Dari LPMa (Lembaga Pengembangan Mahasiswa) kan sudah memberikan acuan-acuan, bahwasanya ada yang harus ke promosi, dan lainnya. Yang kedua Insya Allah di minggu besok, yang harusnya di minggu sekarang, tapi karena ada beberapa kegiatan dan juga minggu ini tingal besok. Jadi ada planning temen-temen Ormawa ini dibuatkan forum yang nantinya disitu ada Biro Marketing. Nanti Biro Marketing mengajari dan memberikan relasi bagaimana mencari sponsordan bagaimana untuk promosi kampus intinya gitu,” jelasnya (28/9).

Sementara itu Nafis Avi Lafirda selaku Wapresma ikut memberikan pendapatnya mengenai kurangnya pendampingan Ormawa segaris intruksi. Ia mengatakan bahwa tetap berusaha mendampingi walaupun belum maksimal.

“Kalo itu awal mulanya karena problem di internal Mendagrinya itu yang menyebabkan kita lalai terhadap tanggung jawab kita karena terfokus ke problem tadi, tapi saya pribadi tetap mencoba untuk fungsi pendampingan tersebut tetep berjalan meskipun mungkin hanya sebesar biji zarah,” ujarnya (29/9).

Dirinya juga mengatakan terkait tidak adanya kedekatan antara UKM dengan Mendagri seperti yang seharusnya, dikarenakan Mendagri sebagai fasilitator UKM dengan universitas, menjadi koordinator-koordinator bagi Ormawa internal dan sebagai wadah keluh kesah dari Ormawa internal.

“Ada permasalahan di internal Mendagri yang mungkin tidak bisa saya jelaskan, tapi saya mencoba untuk membantu akan hal tersebut agar setidaknya meskipun tidak semaksimal mungkin Mendagri tetap bisa berdaya guna bagi Ormawa dan Ukm,” tuturnya (29/9).

Dari diselenggarakannya Meet and Greet ini, Presma berharap bahwa ini semua bisa menjadi pelajaran dan juga sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi realita lapangan yang sebenarnya. Ia pun beranggapan bahwa tidak ada yang bisa menyenangkan hati semua orang.

“Harapan saya buat teman-teman yang masih bertahan maupun sudah keluar, bisa belajar baik buruknya saya dan Mas Nafis, baik buruk kepemimpinan kami bisa dijadikan bahan evaluasi dan dijadikan pelajaran untuk temen-temen kedepannya untuk tahu realita lapangan seperti apa. Dan semoga teman-teman bisa mendapat preassure yang lebih besar daripada ini,” ujarnya (28/9).

“Jujur untuk menyenangkan hati seseorang saya pun tidak mampu, dan saya yakin tidak ada satupun orang didunia yang bisa menyenangkan hati siapapun,” lanjutnya (28/9).

Reporter : Sophia Ikhsanti, Kayla Rizkiyya
Penulis : Sophia Ikhsanti
Editor : Maura Amelia

Tinggalkan komentar