
LPM TIDAR 21-Dalam rangka memperingati tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu, Komunitas Ruang Juang Magelang, Mahasiswa Magelang dan perwakilan dari supporter bola melakukan Aksi Damai pada Selasa, 1 Oktober 2024 di Alun-Alun Kota Magelang. Terselenggaranya Aksi Damai bermula dari Komunitas Ruang Juang dan supporter bola Timur Gate 1 berbagi keresahan atas Kasus Kanjuruhan yang dinilai belum diusut tuntas hingga saat ini.
“Kanjuruhan itu ternyata belum clear setelah bergulir 2 tahun lalu kasusnya, masa yang dihukum cuman 1,5 tahun. Itukan seperti kurang fair dan berkeadilan,” ujar Enril selaku Koordinator Umum Komunitas Ruang Juang. (1/10)
Enril menyampaikan tujuan diselenggarakan Aksi Damai untuk merawat ingatan dan menolak lupa atas Tragedi Kanjuruhan serta bentuk upaya menyampaikan pesan kepada pemerintah bahwa Magelang masih menyuarakan tuntutan keadilan untuk para korban serta keluarganya.
“Aksi ini bertujuan agar masyarakat Magelang mengetahui akan adanya Tragedi Kanjuruhan ini. Terus juga kita ingin supaya pemerintah tahu bahwa Magelang masih menyuarakan Kanjuruhan bahwa kita masih menuntut agar pemerintah itu benar-benar tidak menyepelekan hal ini. Saya berharap, pemerintah kembali waras dan berhati nurani,”tutur Enril.
Sementara itu, Mahar Buana selaku perwakilan dari supporter bola Timur Gate 1 menjelaskan kejadian yang terjadi 2 tahun silam. Ia kecewa terhadap tindakan yang dilakukan oleh aparat terhadap para supporter yang mana pihak aparat tidak mengamankan situasi, melainkan melemparkan gas air mata langsung kepada supporter.
“Yang saya pribadi dan teman-teman resahkan polisi masuk ke tribun itu gak boleh dan menggunakan gas air mata pun sebenarnya gak boleh. Tugas polisi mengayomi. Bukan bertindak seenaknya sendiri. Mereka juga dibayar oleh negara untuk mengamankan bukan untuk menghakimi,”jelasnya.
“Merasa belum tuntas, masih emosi, belum terima, masih ada dendam sama mereka,” sambung Mahar.
Dengan diadakannya aksi ini, Mahar berharap bahwa pihak yang berwajib dari pemerintah ataupun aparat segera mengusut tuntas semua yang terjadi di Kanjuruhan.
“Harapan diadakannya aksi ini semoga pihak yang berwajib entah itu dari pemerintah ataupun dari aparat segera mengusut tuntas semua yang terjadi di Kanjuruhan, ibarat saya supporter saya dan di seperti itukan juga mungkin keluarga atau saya pribadi akan kehilangan nyawa,” ujar Mahar.
Reporter : Kayla, Filda, Dzakiy
Penulis : Kayla, Filda
Editor : Azza
Tinggalkan komentar