Universitas Muhammadiyah Magelang

PERINGATI SEPTEMBER HITAM, BEM FPH UNIMMA BERKOLABORASI DENGAN RUANG JUANG MAGELANG

By

·

2–3 menit

LPM TIDAR 21 – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Magelang (BEM FPH UNIMMA) adakan peringatan “September Hitam” bersama Ruang Juang Magelang pada hari Senin, 30 September 2024 di Sakopi Cafe & Resto Bonpolo. Kegiatan ini membahas terkait pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia yang masih gagal dalam menanganinya.

Alvin Akbar, salah satu anggota komunitas Ruang Juang Magelang menjelaskan kontribusi kegiatan yang berlangsung ini dengan isu yang diangkat yaitu pelanggaran HAM.

“Tentu kegiatan ini untuk pemberitahuan apa sebenarnya pelangaran HAM itu. Makanya dari komposisi pembicara, kita ada dari sudut pandang akademisi itu Pak Joas, terus ada dari sudut pandang praktisi itu ada LBH Jogja, dan juga ada penyintas itu ada Pak Purwoko. Jadi disini kita ingin memberi tahu sebanyak mungkin sebenarnya apa itu pelangaran HAM karena pelangaran HAM tidak pernah selesai dan selalu terjadi. Nah hal itulah yang menjadi bahan diskusi kita hari ini dan kalau ditanya kontribusinya apa? Kontribusi kegiatan ini diharapkan mampu membuka mata dari para peserta daripada temen-temen UNIMMA, temen-temen UNTIDAR ataupun masyarakat yang sekedar hadir  disini untuk mampu melihat sebenarnya apa yang terjadi dengan negara ini,” jelasnya.

Jundan selaku salah satu audience pada kegiatan ini menjelaskan alasan mengapa dirinya tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Pelanggaran HAM ini menjadi sorotan dalam kehidupan berdemokrasi, karena begini ketika berbicara hak berarti harus ditunaikan. Namun sampai saat ini banyak hak yang belum ditunaikan tapi malah di langgar. Hal ini menjadi menarik untuk saya karena penuaian hak asasi setiap manusia harus kita pahami betul dasarnya, dan untuk semua pelanggaran HAM yang terjadi harus kita kawal dan tagih keadilannya,” tuturnya.

David Ahmad, audience yang hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan harapan mengenai terselenggaranya kegiatan September Hitam.

“Harapan saya sebagai manusia yang tertindas, kita semua yang hadir pada rintik hujan malam ini, disini kita tidak hanya mendengarkan diskusi saja tapi kita mampu menjadi objek dan subjek pergerakan menampakkan diri pada kesadaran dalam upaya menggerakan pergerakan di Magelang,” ujarnya.

Harapan lainnya juga terlontar oleh Rizky Agung Maulana selaku Gubernur BEM FPH UNIMMA, yang mengharapkan agar banyak mahasiswa yang lebih membuka mata lagi mengenai kasus-kasus HAM yang ada.

“Harapan saya, semoga setelah kegiatan ini terutama bagi mahasiswa UNIMMA, mereka jadi lebih semangat untuk membuka mata tentang kasus-kasus HAM yang ada. Apalagi kita kan notabenya di organisasi, jadi ya biar bisa lebih melek tentang hal-hal seperti itu,” harapnya.

Reporter : Reza dan Maura
Penulis : Maura Amelia
Editor : Maura Amelia

Tinggalkan komentar