Universitas Muhammadiyah Magelang

MELALUI MONOLOG DARIAH LENGGER LANANG, KOMUNITAS SOSIAL TEATRIKAL LESTARIKAN KESENIAN TRADISI YANG MULAI BERGESER

CategorIes:

By

·

3–4 menit

LPM TIDAR 21 – Komunitas Sosial Teatrikal sukses menggelar pertunjukan monolog Dariah Lengger Lanang pada 8 Desember 2024 di Padepokan Gubug Kebon, Dawung, Banjarnegoro, Mertoyudan, Magelang. Pertunjukan ini disutradarai oleh Kiki Maundri, yang mengusung pendekatan sosial kultural dengan pertunjukan postdramatic dan tidak melepas esensi kebudayaan yang ada di Banyumas.

“Pesan yang ingin disampaikan adalah gagasan ini pendekatannya kepada sosial kultural dan mengonsep dengan pertunjukan postdramatic. Jadi, beberapa item atau arkustik yang kami sampaikan ke dalam sebuah konsep pertunjukan ini tidak lepas dari esensi budaya yang ada di Banyumas,” ujar Kiki Maundri.

Kiki juga mengungkapkan tantangan terbesar dalam menyutradarai karya ini adalah dalam memberikan interpretasi pendekatan tokoh Dariah yang memiliki sisi maskulin dan feminin kepada aktor, lalu aktor menerapkannya ke sebuah pertunjukan.

“Tantangan terbesar adalah pendekatan kepada sosok Dariah, yang memiliki dua lintas kejiwaan, maskulin dan feminin. Ini menjadi tantangan besar dalam memberikan interpretasi kepada aktor, lalu aktor merepresentasikannya ke dalam sebuah pertunjukan,” ungkapnya.

Zanuar Sastra, salah satu audiens monolog Lengger Lanang mengungkapkan perasaan bahagia terhadap pertunjukan tersebut karena memiliki konsep yang menarik, keren dan penuh makna termasuk filosofi pada penyampaian Lenggernya.

“Saya merasa bahagia, menarik, konsepnya bagus, penuh makna, pemasangan atributnya keren, dan yang pasti filosofi Lenggernya dapet,” ujarnya.

Menilik sejarah Lengger, kesenian rakyat ini timbul dari masyarakat yang mengangkat seorang penari laki-laki mengubah wujudnya menjadi perempuan. Namun saat ini, tradisi tarian Lengger nyaris punah dan Dariah dianggap sebagai penari Lengger yang dapat menjaga tradisi tersebut karena ia menyerahkan dirinya secara totalitas untuk kesenian Lengger. Selain itu, ia tidak hanya menari untuk dirinya sendiri, namun juga mengajarkannya kepada generasi muda. Hal inilah yang menjadi daya tarik Gepeng Nugroho, seorang penulis naskah Monolog Lengger Lanang dalam mengambil tokoh Dariah sebagai tokoh sentral. 

“Motivasi utamanya adalah kalau kita lihat sejarah, Lengger ini adalah kesenian rakyat yang timbul dari tradisi masyarakat mengangkat penari seorang laki-laki mengubah wujudnya menjadi perempuan. Lengger itu hampir punah dan Dariah dianggap sebagai Lengger yang bisa menjaga tradisi tersebut  karena selain nari untuk dirinya dan masyarakat, dia juga melatih anak-anak remaja. Penari Lengger harus menyerahkan dirinya untuk kesenian Lengger. Makanya perlu totalitas untuk menjadi seorang penari Lengger,” ujar Gepeng. 

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Alfian Darmawan, seorang aktor yang memerankan tokoh Dariah, bahwaLengger saat ini semakin tergerus dan hampir punah. Karena dahulu, ketika Dariah sudah menjadi Lengger, ia totalitas menjadi sosok wanita dan itu bukanlah hal yang mudah di masa sekarang. 

“Sosok Lengger itu  semakin kesini semakin tergerus karena Lengger dahulu bercerita bahwa ketika Dariah sudah menjadi Lengger dia seutuhnya menjadi sosok wanita. Dan itu bukan hal yang mudah bagi kita di masa sekarang,” ujar Alfian.

Alfian menambahkan bahwa peran Dariah ini juga mempengaruhi pandangannya terhadap tradisi Lengger dengan melihat sudut pandang dari segi kesetiaan. Jadi, bukan semata-mata terhadap feminitas, tetapi jadilah orang yang bertanggung jawab atas apa yang telah menjadi pilihannya meskipun banyak rintangan dan halangan.

“Pandangan saya soal peran ini tentunya bukan semata-mata soal bagaimana sosok bencong atau feminitas, tetapi dari sudut pandang kesetiaannya. Dia sudah memilih, maka itu yang harus dijalankan. Untuk saya pribadi sekiranya mengajarkan saya untuk selalu bertanggungjawab atas apa yang menjadi pilihan meskipun banyak rintangan dan halangan tapi itu sudah menjadi tanggung jawab kita,” tambahnya.

Alfian berharap setelah membawakan monolog ini kepada publik, masyarakat dapat mengenal bagaimana sejarah Lengger dan dapat menggeser stigma negatif yang ada di masyarakat untuk berfokus terhadap bagaimana kesulitan dan tekad Dariah untuk menjadi seorang Lengger. 

“Harapannya, mungkin masyarakat bisa lebih mengenal sejarah Lengger. Karena banyak masyarakat yang menganggap stigma negatif terhadap Lengger. Dan saya akan menggeser kembali itu fokus kepada bagaimana kesulitan Dariah dan tekad Dariah menjadi seorang Lengger,” harapnya.

Reporter : Reza
Penulis : Kayla
Editor : Maura

Tinggalkan komentar