Universitas Muhammadiyah Magelang

SD NEGERI MAGELANG 3 KUKUHKAN KOMITMEN BERSAMA MENCEGAH PERUNDUNGAN MELALUI IKRA ANTI PERUNDUNGAN

CategorIes:

By

·

2–3 menit
Sumber foto : Dokumentasi kegiatan PLP SDN 3 Magelang

Magelang, 28 Mei 2025 – Dalam semangat membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, dan penuh kasih, SD Negeri Magelang 3 menggelar kegiatan pembacaan Ikrar Anti Perundungan sebagai wujud nyata komitmen sekolah dalam menciptakan ruang yang bebas dari tindakan kekerasan verbal maupun nonverbal. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan di halaman sekolah, pada hari Senin pagi bersamaan dengan kegiatan upacara bendera dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf sekolah.

Dengan mengusung moto “Maju, Sehat, Beriman, Bahagia” SD Negeri Magelang 3 terus menunjukkan langkah progresif dalam memperkuat nilai-nilai karakter positif dan mendorong budaya saling menghormati antar warga sekolah. Ikrar ini menjadi tonggak penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan perundungan yang kerap menjadi perhatian di lingkungan pendidikan.

Isi Ikrar yang Mengakar pada Empati dan Tindakan Nyata

Ikrar Anti Perundungan yang biasanya dibacakan bersama oleh seluruh warga sekolah, menyuarakan tiga poin utama yang sederhana namun berdampak besar dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Isi ikrar berbunyi:

“Kami siswa hebat SD Negeri Magelang 3 berjanji:
1.) Akan menjaga perasaan teman dengan tidak menyakiti, baik secara ucapan maupun perbuatan.
2.) Menegur teman yang melakukan perundungan terhadap orang lain.
3.) Melaporkan kepada guru apabila tersakiti atau melihat teman disakiti.”

Ikrar ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi pedoman moral yang membimbing siswa untuk saling menjaga, bersikap berani melawan perundungan, dan turut menjadi bagian dari solusi ketika perundungan terjadi. Nilai empati, kepedulian, dan keberanian menjadi inti dari janji yang disampaikan para siswa.

Kepala Sekolah: Pendidikan Karakter Dimulai dari Tindakan Kecil

Dalam sambutannya, Kepala SD Negeri Magelang 3, Bapak Tarmadi, S.Pd., menekankan pentingnya pendidikan karakter yang dimulai sejak dini.

“Ikrar ini bukan sekadar ceremonial. Ini adalah komitmen moral dan sosial yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara emosional dan spiritual,” ujarnya.

Bapak Tarmadi, S.Pd. juga menambahkan bahwa budaya anti perundungan akan terus diperkuat melalui kegiatan rutin seperti diskusi kelas, simulasi situasi sosial, serta pelibatan guru dan orang tua dalam pemantauan perilaku anak.

“Dengan pendekatan kolaboratif, kita bisa membentuk lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan untuk semua,” tegasnya.

Siswa Menjadi Agen Perubahan

Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para siswa untuk mengekspresikan pendapat mereka tentang pentingnya saling menghargai dan tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun. Beberapa siswa bahkan membagikan pengalaman pribadi mereka ketika menjadi korban atau saksi perundungan, dan bagaimana mereka kini berani bersuara.

Komitmen Berkelanjutan

SD Negeri Magelang 3 berencana menjadikan Ikrar Anti Perundungan sebagai kegiatan tahunan dan menyisipkan nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran sehari-hari. Selain itu, sekolah juga akan meluncurkan pojok konseling siswa dan pelatihan bagi guru dalam menangani kasus perundungan secara bijak dan tepat. Dengan semangat “Maju, Sehat, Beriman, Bahagia” SD Negeri Magelang 3 berharap ikrar ini menjadi fondasi kuat untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berempati dan berani berdiri untuk kebaikan bersama.

Kontak Media

SD Negeri Magelang 3
Jl. Alibasah Sentot, Magelang, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang
Instagram : @plp_sdn3_magelang

Disunting dari laporan mahasiswa PLP 1 PGSD UNIMMA oleh Redaksi Pers Mahasiswa

Tinggalkan komentar