CALON PRESMA DITARIK KEMBALI KE DPM FT, APAKAH PEMBENTUKAN BEM U BENAR-BENAR STAGNAN?

LPM Tidar 21 β Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknik (DPM FT) resmi mencabut Surat Keputusan (SK) terkait penetapan Rafli Ulya Saputra sebagai Calon Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (BEM UNIMMA). Keputusan besar ini diumumkan langsung dalam Forum Konsolidasi yang digelar di Lapangan Basket UNIMMA. Senin (11/5/2026).
Langkah drastis ini diambil setelah proses pembentukan BEM U dinilai tidak menunjukkan perkembangan berarti selama kurang lebih lima bulan sejak konsolidasi awal dilaksanakan.
Kronologi bermula pada 6 Januari 2026, saat Organisasi Mahasiswa (Ormawa) menggelar konsolidasi untuk membahas pembentukan BEM Universitas. Hasil pertemuan tersebut menyepakati nama Rafli Ulya Saputra sebagai calon Presiden Mahasiswa. Menindaklanjuti kesepakatan itu, DPM FT mengeluarkan SK pemberhentian Rafli dari keanggotaan DPM FT agar ia dapat fokus mempersiapkan struktur kepengurusan BEM U.
Namun, hingga memasuki Mei 2026, proses tersebut justru menemui jalan buntu. DPM FT mengidentifikasi sejumlah faktor krusial yang menyebabkan mandeknya transisi ini. Salah satunya adalah minimnya partisipasi dari Ormawa lain; tercatat hanya empat Ormawa yang mengirimkan delegasi untuk pengisian struktur BEM U. Beberapa Ormawa disebut mengalami keterbatasan sumber daya manusia (SDM) sehingga tidak dapat mengirimkan delegasi.
Selain kendala keterbatasan SDM di tingkat Ormawa, muncul keraguan kolektif mengenai kejelasan periode kepengurusan yang akan dibentuk. Masalah ini diperparah oleh buruknya komunikasi antarpihak. Grup koordinasi yang semula diharapkan menjadi wadah diskusi justru pasif dan tidak efektif.
Tidak hanya faktor internal mahasiswa, DPM FT juga menyoroti minimnya dukungan dari pihak birokrasi kampus. Pihak universitas dinilai tidak melakukan upaya pengawalan maupun tindak lanjut serius terhadap proses pembentukan wadah eksekutif tertinggi mahasiswa tersebut.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam bagi DPM FT terhadap komitmen Ormawa dalam mengawal hasil konsolidasi.
βDPM Fakultas Teknik sudah mengeluarkan SK dan menyerahkan Saudara Rafli Ulya Saputra sebagai calon Presiden Mahasiswa, tetapi hingga saat ini tidak ada kejelasan apapun terkait keberlanjutan BEM Universitas,β tegas Dewa, Ketua Umum DPM FT.
Melalui keputusan resmi tertanggal 11 Mei 2026, DPM FT akhirnya menarik kembali SK Rafli Ulya Saputra. Keputusan ini sekaligus menjadi sinyal keras bagi seluruh elemen mahasiswa UNIMMA mengenai ketidakpastian masa depan BEM Universitas di periode ini.
Penulis : Maura Amelia
